Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja
5% off

Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja

Rp61.750

Berat0,4 kg
Dimensi19 × 13 × 2 cm
Cetakan

Juli 2022

Halaman

208

Cover

Penulis

Stok Produk: Tersedia

Kupon Diskon, Voucher Belanja, Gratis Ongkir, Diskon Ongkir, dll. Akan muncul di halaman keranjang setelah Kamu memilih judul buku yang akan dibeli. Pilih Kupon yang tersedia dan dapatkan PROMO MENARIKNYA!

ISBN: 9786237327707 Genre Buku: Penerbit:

Beli Paket Bundle!

Beli 3 Lebih Hemat: Rp287.897

JIKA TUHAN MENGATUR REZEKI MANUSIA, MENGAPA KITA HARUS BEKERJA? – Kita pasti sering mendengar ungkapan “rezeki sudah ada yang mengatur”. Tapi, sudahkah kita memahami apa maksudnya? Jika rezeki sudah dijamin oleh-Nya, buat apa kita harus tetap bekerja mencari rezeki? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab oleh Imam al-Muhasibi (781-857 M) dalam buku ini.

Terjemahan dari kitab al-Makasib : Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja? ini memberi kita rambu-rambu agar bisa memahami ketentuan rezeki yang sudah Allah tetapkan bagi para hamba-Nya. Meski masa hidupnya hanya berbeda satu setengah abad dengan Rasulullah saw., buku-buku yang ditulis oleh Imam al-Muhasibi terasa sangat modern. Tema-tema yang diusung masih relevan untuk menjawab berbagai persoalan hidup masa kini.

Tidak perlu khawatir akan merasa berat membaca rumusan tasawuf al-Muhasibi, sebab bahasan tasawuf yang diusung oleh mahaguru para sufi ini dikombinasikan dengan pendekatan psikologis. Sehingga melahirkan sebuah pemaparan self-improvement Islam yang dahsyat dan mudah dimengerti. Dengan membaca buku ini, berbagai kecemasan dan keraguan kita akan masa depan dan rezeki akan banyak teratasi.

 

Tentang Penulis

Imam al-Muhasibi lahir di Baghdad pada 781 M dan wafat di Baghdad pada 857 M. Bapak ilmu Tasawuf dan guru para ulama Baghdad adalah julukannya. Ia menguasai bidang kajian fikih, hadis, dan tasawuf. Imam al-Muhasibi lama menggeluti ilmu hadis dan fikih sehingga corak tasawuf yang dikembangkannya selalu memegang teguh al-Quran dan hadis, serta tidak melanggar batasan syariat. Imam al-Muhasibi juga menaruh perhatian besar terhadap ilmu kalam, tidak heran tasawufnya sangat menghargai logika.

 

Pembahasan Pokok Buku

  1. Menjelaskan secara rinci alasan syariat dan logika mengapa kita harus tetap berusaha mencari rezeki
  2. Mengurai konsep “Allah telah mengatur rezeki manusia” dengan mudah dipahami
  3. Motivasi untuk menjadikan kerja menjadi ibadah
  4. Cara mengonversi ikhtiar duniawi agar bernilai ukhrawi
  5. Kiat-kiat untuk mendapat rezeki halal dan hidup berkah

Daftar Isi

Peta Buku—vii

Pengantar Penerbit: Memahami Ketentuan Rezeki, Meraih Ketenangan Hati—ix

Pengantar Ahli: Al-Makasib dan Tasawuf Al-Muhasibi yang Melampaui Zaman—xv

Pengantar Penulis: Memahami Hakikat Ketentuan Rezeki—1

  1. Bagaimana Seharusnya Kita Bertawakal kepada Allah swt.—23
  2. Ketentuan dalam Mencari Rezeki—37
  3. Mengapa Kita Perlu Bekerja?—61
  4. Apa Itu Sifat Wara’—77
  5. Ajaran Ulama Salaf Mengenai Wara’— 87
  6. Ajaran Ulama Salaf Mengenai Penguasa dan Rezeki Halal—101
  7. Ajaran Ulama Salaf Mengenai Syubhat—113
  8. Halal-Haram Tidak Bisa Seenaknya Diputuskan—123
  9. Berjarak dengan Pemberian Penguasa—133
  10. Tiga Kedahsyatan Lapar Menurut Para Ulama—149
  11. Meminta-Minta dan Menikmati Fasilitas Pemerintah—157

Biografi Penulis: Imam al-Muhasibi, Cikal Bakal Kemunculan Tasawuf—171

Kunggulan Buku

  • Ditulis oleh bapak ilmu tasawuf yang menjadi guru dari para sufi.
  • Dilengkapi Kata Pengantar Ahli dari Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D, guru besar Tasawuf UIN Sunan Ampel
  • Dilengkapi teks Arab untuk setiap ayat al-Quran, hadis, dan kalam-kalam ulama
  • Setiap hadis diberikan keterangan perawi
  • Terjemah yang mudah dipahami dan bahasa yang mengalir
  • Penjelasan yang ringan dan istilah tasawuf yang mudah dimengerti
  • Penjelasan tasawuf yang dikombinasikan dengan pendekatan psikologis sehingga melahirkan sebuah pemaparan self-improvement Islam yang dahsyat dan mudah dimengerti

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top