Julid Fi Sabilillah

Julid Fi Sabilillah

Rp70.550Rp122.500

Berat 0,3 kg
Dimensi 21 × 14 × 3 cm
Penulis

Halaman

Cetakan

Cover

Paket Buku

,

Kupon diskon, voucher belanja, gratis ongkir, diskon ongkir, dan lainnya akan muncul di halaman keranjang setelah kamu memilih judul buku yang akan dibeli. Pilih Kupon yang tersedia dan dapatkan PROMO MENARIKNYA!

Penerbit:

Blurb

“Gerakan Julid Fi Sabilillah tak jarang membuat zionis kelimpungan.”—Republika

“Ada ratusan tentara IDF yang sekarang stres karena melawan julidan netizen Indonesia.” —Arie Untung

Kita tidak bisa tinggal diam!

Penjajahan Israel atas Palestina sudah terlampau kejam dan suara perjuangan tidak boleh tenggelam. Sudah saatnya kita mengembalikan semua peluru tajam menggunakan ponsel yang kita genggam.

Buku ini hadir bukan hanya sebagai ajakan untuk merapatkan barisan perjuangan, melainkan juga sebagai sumber informasi tentang apa yang terjadi di tanah Palestina: sejarah, kisah perlawanan, fakta akar mula terjadinya penjajahan, dan bagaimana kita bisa turut serta menyuarakan perjuangan meski hanya dari kejauhan.

Berbagai kesesatan propaganda Israel atas Palestina yang terus harus segera diluruskan.

Kitalah yang harus turut ambil bagian. Kitalah yang harus bergerak menyuarakan keadilan.

Birruh, biddam, nafdika ya Falisthin!

 

Sinopsis

Tidak pernah aku duga sebelumnya, ajakan “silaturahim” ke akun media sosial tentara IDF menjadi sebuah gerakan masif yang diikuti segenap netizen Indonesia. Gerakan untuk sekadar melampiaskan protes secara digital ini kemudian secara organik dinamai oleh netizen sendiri dengan unik, #JulidFiSabilillah.

Nama ini benar-benar muncul secara natural dan menjadi sebuah pengembangan dari kata Jihad Fi Sabilillah yang berarti berjuang di jalan Allah. Kisah ini bermula pada pertengahan November 2023, waktu itu Israel sedang kembali gencar-gencarnya melancarkan serangan di Gaza.

Buku ini hadir untuk merangkum perjalanan gerakan Julid Fi Sabilillah sekaligus memberikan rambu-rambu dan panduan bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam gerakan internasional ini. Tidak hanya itu, buku ini juga meringkas sejarah panjang penjajahan Zionis di tanah Palestina agar kita semakin tergugah untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka.

“Beberapa tentara (Israel) menutup kolom komentar, sebagian lainnya bahkan kehilangan akun mereka (karena gerakan ini).”—Channel News Asia

“Menteri Kehakiman mengatakan menerima lebih dari 40.000 pesan, yang lain mengatakan telepon dan kotak surat dinonaktifkan oleh rentetan pesan kebencian dan ancaman. Sementara itu, Direktorat Siber Nasional gagal menawarkan solusi (untuk mengatasi gerakan ini).”—YNetNews, Media Israel

“Gerakan Julid Fi Sabilillah tak jarang membuat zionis kelimpungan.”—Republika

“Belakangan tak hanya netizen, selebritas tanah air turut jihad di dunia maya melawan Israel.”—DetikHot

“Gerakan aktivis online Indonesia yang tergabung dalam pasukan Julid Fi Sabilillah menjadi kekuatan yang terus bertambah besar.”—Tribun News

“Ternyata gerakan yang diawali dari rasa kepedulian warganet Indonesia terhadap kejadian penjajahan dan genosida di Palestina telah banyak diketahui dunia.” —Jawa Pos

“Benar saja, aksi hujatan dan serangan brutal melalui jalur media sosial dari gerakan Julid Fi Sabilillah itu berhasil membuat lawan kena mental. Akibatnya, banyak dari tentara IDF dan netizen Zionis Israel yang menutup akun media sosial mereka. Tak sedikit pula yang mengaku ingin pergi ke psikiater dan melapor ke polisi Israel.” —Suara.com

“Selain berhasil membuat sejumlah akun tentara Israel ditutup, private account, atau membatasi komentar, julid netizen Indonesia juga membuat sejumlah tentara Israel meminta maaf.”—beritasatu.com

“Belakangan gerakan #JulidFiSabilillah menjadi momok bagi warganet bahkan pemerintah Israel. Apalagi gerakan ini tidak hanya menyasar akun warganet tapi juga akun dan kontak pribadi tokoh politik, dan kabinet pemerintahan Israel.” —CNN Indonesia

Prinsip Gerakan #JulidFiSabilillah:

● Luruskan niat semata-mata hanya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina
● Menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan tidak menyebarkan berita bohong
● Dilarang keras melakukan ancaman pembunuhan dan tindakan amoral lainnya
● Dilarang untuk menyebarkan narasi Anti-Yahudi


Tujuan Gerakan #JulidFiSabilillah terhadap Akun-Akun Pendukung Zionis

● Mereka menggembok akun
● Akun mereka tumbang
● Menjatuhkan mental mereka
● Membuat mereka takut untuk memosting kejahatan mereka


Sejarah Okupasi Israel di Tanah Palestina

● Zionisme digagas oleh Theodor Herzl (1896)
● Kongres Pertama Zionis di Basel (1897)
● Melakukan audiensi dengan Sultan Abdülhamid II (1901)
● Gelombang Aliyah Pertama (1882—1903)
● Palestina dikuasai Inggris (1920—1948)
● Proklamasi Kemerdekaan Israel (1948)
● Nakbah dan Rencana Dalet (1948)
● Intifada Pertama (1987—1993)
● Intifada kedua (2000—2005)
● Serangan Hamas ke Israel (7 Oktober 2023)


Ciri Khas Propaganda Israel

● Menuduh siapa pun yang menentang Israel sebagai teroris.
● Segala kejahatan yang dilakukan Israel selalu berkedok untuk menyerang Hamas.
● Kritik kepada Israel akan dicap sebagai antisemitisme.
● Membawa sejarah kelam untuk menunjukkan mereka adalah bangsa yang teraniaya.
● Dehumanisasi rakyat Palestina.
● Tuduhan yang mereka layangkan pada dasarnya adalah perbuatan mereka sendiri.
● Misinformasi dan membelokkan fakta.
● Mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.


4 Level Gerakan Aksi Nyata yang Dapat Dilakukan

1. Lapisan individu
2. Lapisan pergaulan
3. Level institusi, lembaga, dan organisasi
4. Level negara dan diplomasi

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Julid Fi Sabilillah”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top