Logika Komunikasi

Logika Komunikasi

Rp75.000

Berat 0,3 kg
Dimensi 21 × 14 × 2 cm
Penulis

Halaman

Cetakan

Cover

Kupon diskon, voucher belanja, gratis ongkir, diskon ongkir, dan lainnya akan muncul di halaman keranjang setelah kamu memilih judul buku yang akan dibeli. Pilih Kupon yang tersedia dan dapatkan PROMO MENARIKNYA!

Penerbit:

Sinopsis

Di era media sosial sekarang, semua orang bisa dengan bebas bicara apa saja. Tidak heran jika banyak orang yang ucapannya ngawur, sangat tidak logis dan tertata. Namun demikian, di sisi lain banyak juga yang kesulitan dalam menyampaikan gagasan yang ada dalam kepalanya melalui tutur kata. Buku ini hadir untuk mengatasinya. 

Logika Komunikasi ini diterjemahkan dari dua kitab karya filsuf dan begawan logika, Al-Farabi (870—950 M), berjudul Kitâb al-Qiyâs dan al-Manthiq fî al-Khitâbah. Bagian pertama buku ini akan mengajak kita mempelajari dasar-dasar ilmu logika yang akan memandu kita dalam menarik kesimpulan dengan akurat. Sementara bagian kedua akan menjelaskan cara menerapkan ilmu logika dalam melakukan komunikasi publik yang efektif.

Al-Farabi akan memandu kita dalam menyusun sebuah pernyataan menjadi sebuah narasi yang persuasif dan logis, sehingga mampu menanamkan kesan mendalam di benak pendengar. Semoga dengan panduan buku ini, kita dapat melogikakan komunikasi dan mengkomunikasikan logika, serta lebih berhati-hati dalam menyerap ragam informasi yang membanjiri kita.

 

Siapa penulis buku ini?

Al-Farabi lahir pada sekitar tahun 259 H/870 M di kota Farab, Turkestan. Ia memiliki nama lengkap Abu Nashr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzalagh al-Farabi. Al-Farabi kecil tumbuh di lingkungan yang sarat akan kecintaan terhadap bahasa dan keagamaan. Ia pun belajar ilmu agama Islam, seperti Fikih, Hadis, dan Tafsir; serta mempelajari bahasa asing, seperti Arab, Turki, dan Persia.

Pengenalannya terhadap ilmu Logika terjadi saat al-Farabi melakukan pengembaraan ilmu ke Kota Baghdad. Perjalanan ini terjadi pada sekitar tahun 310 H/922 M, sedangkan umur al-Farabi hampir 50 tahun. Di sana, setelah memantapkan bahasa Arabnya, ia belajar ilmu logika kepada Abu Bisyr Mata bin Yunus, seorang sarjana Kristen.

Setelah tinggal di Baghdad begitu lama dan menghasilkan puluhan karya, Abu Nashr al-Farabi pindah menuju Aleppo, Suriah. Ia hidup di bawah naungan Sultan Saif ad-Daulah bin Hamdan. Namun, hidup al-Farabi tidak dipenuhi akan kemewahan dan jabatan. Ia sangat sederhana. Akhirnya, pada tahun 339 H/950 M Abu Nashr al-Farabi mengembuskan napas terakhirnya.

Komunikasi atau retorika inilah yang harus kita pelajari. Agar orang tertarik dan kemudian mengikuti narasi yang kita bangun. Namun, pastikan tujuan kita sudah benar. Sebab, metode ini bagaikan pisau bermata dua.

Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara—Guru Besar Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Apa saja isi buku ini?

  • Menjabarkan cara-cara melakukan penarikan kesimpulan secara deduktif yang tepat.
  • Menjelaskan alasan macam penarikan kesimpulan yang cacat.
  • Membahas tips penyusunan narasi yang persuasif (memberikan efek positif/negatif kepada audiens)
  • Membahas kesalahan berkomunikasi serta implikasinya.

Apa Keunggulan Buku Ini?

  • 2 in 1, Pedoman Silogisme dan Logika dalam Beretorika karya al-Farabi
  • Dilengkapi penjelasan sesat pikir yang disadur dari kitab al-Mughalathâth al-Manthiqiyyah, karya Mushthafa Adi
  • Dilengkapi komik dan infografik berwarna

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Logika Komunikasi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top